4 Wisata Sejarah di Banten yang Wajib Dikunjungi

Sebagai salah satu tujuan tempat wisata di Indonesia, Banten memang menyimpan banyak sekali lokasi wisata yang seru dan menyenangkan. Banyak tempat wisata di Banten yang tak pernah sepi dengan pengunjung. Mereka yang datang berkunjung ke kota ini sendiri tak hanya berasal dari kawasan sekitar banten saja. Tak sedikit dari mereka yang datang ke Banten merupakan wisatawan yang datang dari luar negeri. Banten memang merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi turis asing di Indonesia. mereka datang ke kota ini, untuk menikmati keindahan wisata yang ada di Banten ini. Memang ada banyak sekali ragam jenis destinasi wisata di Banten yang bisa kita kunjungi, sebagai destinasi liburan yang menyenangkan.

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu jenis wisata yang bisa kita lakukan di Banten. kita kali ini akan membicarakan mengenai beberapa destinasi wisata sejarah di Banten. Lokasi wisata yang tak hanya bisa kita jadikan lokasi berlibur yang menyenangkan namun juga bisa menjadi tempat belajar dan menambah ilmu. Ada beberapa lokasi yang bisa kita kunjungi, seperti

1. Gedung Juang 45

Jika kita berbicara mengenai masa perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka Banten merupakan salah satu tempat yang tak bisa di abaikan. Banten merupakan salah satu markas yang cukup penting bagi para penjajah dalam melancarkan serangan-serangan ke titik-titik vital bangsa Indonesia.

Hal ini dikarenakan lokasinya yang dekat pusat pemerintahan Indonesia pada masa itu, memang membuat Banten banyak dijadikan pusat pergerakan penjajah. Pada masa perjuangan fisik banyak sekali moment-moment atau kejadian pemberontakan yang terjadi pada kawasan Banten. Salah satunya terjadi pada tanggal 10 Oktober 1945 yaitu perebutan markas Kempetai yang berada di Sebelah Barat Alun-Alun Serang. Perabutan markas tersebut menjadi momen yang sangat penting dalam perjuangan militer. Karena banyak yang tekah mengetahui bahwa tentara kempetai adalah salah satu tentara terbaik yang dimiliki oleh pihak Jepang.

baca : Akhir pekan di Object Tamasya Pulau Ayer Kep Seribu

Tentara ini sendiri sering melakukan tugas khusus yang berhubungan dengan penyerangan markas-markas militer Indonesia. Perang perebutan markas kempetai ini sendiri terjadi dalam tiga hari peperangan yang cukup sengit, setelah markas berhasil direbut kemudian dijadikan salah satu markas pusat Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kini gedung ini telah menjadi salah satu tempat wisata di Serang yang cukup sering untuk di kunjungi. Bangunan dari gedung ini sendiri masih dipertahankan dengan baik, agar tidak terjadi perubahan yang terlalu banyak.

2. Masjid Agung Banten

Selain menjadi salah satu destinasi wisata religi di Indonesia, masjid ini juga merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Banten. Banyak sekali nilai sejarah yang dimiliki oleh masjid yang satu ini. Masjid ini sendiri pertama kali di bangun pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanudin yang merupakan Sultan pertama dari Kesultanan Banten. Beliau sendiri juga merupakan putra dari Sunan Gunung Jati yang juga memerintah di Cirebon.

baca juga : Liburan Idola di Kepulauan Seribu DKI Jakarta

Selain sebagai tempat beribadah umat muslim, masjid yang satu ini juga merupakan titik pusat pergerakan perjuangan rakyat Banten. Salah satu titiknya adalah Menara yang berada di masjid tersebut. Selain berfungsi untuk mengumandangkan Adzan saat waktu sholat telah tiba, menara tersebut juga merupakan salah satu lokasi penyimpanan senjata. Meskipun kini fungsi dari menara tersebut telah berubah menjadi semacam gardu pandang untuk menikmati keindahan alam kawasan tersebut.

Jika kita lebih jauh maka arsitekstur masjid Banten ini bisa dikatakan cukup unik dan menarik. Hal ini dikarenakan masjid yang satu ini memiliki beberapa bagian yang berasal dari pencampuran kebudayaan. Salah satunya adalah atap dari masjid ini yang berususun lima. Sekilas jika dipandang mirip dengan pagoda, hal tersebut merupakan karya dari arsiteks cina yaitu Tjek Ban Tjut. Kini kawasan Masjid ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang tak haknya ingin menikmati keindahan pemandagan yang ada. Namun, juga ingin berziarah mengunjungi beberapa makam yang ada di kawasan masjid ini.

3. Benteng Speelwijk

Benteng yang berada di kawasan Kampung Pamarican ini merupakan salah satu benteng yang cukup terkenal di kawasan Banten. Ada beberapa hal yang membuat benteng ini menjadi sangat unik dan berbeda dari yang lain. Salah satunya adalah mengenai arsitek yang merancang dan membangun benteng ini. Ada yang mengatakan bahwa benteng ini sendiri dibangun oleh arsitek yang diperintah oleh Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu seorang keturunan Tionghoa yang kemudian bergelar Pangeran Cakradana.

Pembangunan benteng ini sendiri bertujuan untuk menghindarkan Banten dari serangan penjajah yang ingin masuk dari kawasan laut. Maka tak mengehrankan jika Banten merupakan salah satu kota yang cukup sulit untuk diduduki penjajah waktu itu. Namun, ada juga yang mempercayai bahwa bangunan ini dibangun oleh Belanda yang di arsiteksturi oleh Hendrik Lucaszoon Cardeel yang kemudian di beri gelar Pangeran Wiraguna.

baca lagi : pulau pelangi resort jakarta murah

Informasi yang ada Lucaszoon membangun benteng ini pada tahun 1682, namun kemudian mengalami pembongkaran pada tahun 1685 dan 1731. Dengan keberadaan benteng Speelwijk ini sendiri kota Banten menjadi sebuah kota yang cukup kokoh dan aman dari sisi pertahanan serangan maritim. Namun, yang sangat disayangkan adalah kondisi dari benteng ini telah rusak. Ada banyak bagian yang telah menghilang dimakan usia. Namun, masih ada beberapa sisa bangunan yang dapat ditemukan, kita bisa berkunjung ke kawasan ini untuk sedikit melihat kondisi dari benteng yang satu ini.

4. Keraton Surosowan

Tempat wisata sejarah di Banten yang satu ini memang cukup unik dan menarik serat berbeda dengan yang lain. Kawasan wisata yang satu ini merupakan salah satu dari beberapa kawasan wisata budaya di Indonesia yang cukup menarik untuk di kunjungi. Keraton Surosowan ini sendiri pertama kali di bangun sekitar tahun 1522 sampai 1526.

Pembangunan keraton ini sendiri sangat perhubungan era dengan pemberian kawasan pemerintahan oleh Sunan Gunung Jati kepada Sultan Maulana Hasanudin. Beliau kemudian melakukan pembangunan Keraton Surosowan ini, sebagai salah satu pusat pemerintahan Kesultanan Banten. Jika diperhatikan secara seksama Keraton ini sendiri memiliki ciri khas Keraton Jawa yang sangat kenal. Hal ini dapat dilihat dari susunan yang ada di sekitar Keraton.

Penataan lokasi Alun-Alun, kemudian penempatan tempat beribadah, penempatan pasar dan penempatan bagian-bagian yang lain. Meskipun kini Keraton Surosowan telah hancur karena serangan dari Belanda dan hanya menyisakan puing-puing saja. Namun, kita masih bisa menikmati keindahan suasana dan sedikit sisa-sisa kemegahan dari kawasan Keraton ini sendiri. Kini, kawasan keraton Surosowan menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup sering di kunjungi oleh masyarakat Banten, terutama pada saat musim libur.