Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

Kolam tanah adalah tempat budidaya ikan lele yang mana dinding dan lantai kolam ini tidak dialasi dengan apapun. Cara membuat kolam tanah ini adalah menggali tanah dengan kedalaman dan ukurannya menyesuaikan dengan lahan kamu.

Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kondisi lingkungan di sekeliling lahan ini, tekstur tanahnya, ketersediaan air tanah dan lainnya lagi. Proses pembuatan kolam tanah ini ada cara dan teknik tersendiri, bukan dengan asal – asalan.

Karena kondisi kolam akan menentukan hasil akhir atau panen dari ikan lele. Perlu kamu ingat, tidak semua jenis tanah cocok dan baik untuk dijadikan kolam. Jenis tanah liat yang berpasir adalah salah satu jenis tanah yang paling baik untuk dijadikan kolam.

Tanah liat berpasir ini memiliki tekstur yang padat serta kedap air, sehingga air kolam tidak mudah untuk surut dan meresap ke tanah. Maka dari itu, kamu harus teliti dalam memilih lahan untuk dijadikan kolam tanah.

Cara Membuat Kolam Tanah

Untuk ukuran kolam tanah sendiri tidak terlalu lebar agar memudahkan kamu mengontrol dan mengelolanya.

  • Idealnya untuk ukuran kolam tanah adalah 9 sampai 12 meter persegi.
  • Panjang dan lebar ukuran kolam tanah menyesuaikan dengan kondisi lahan kamu, ukuran nya sekitar 3 X 3 meter, 2,5 X 4 meter, atau 2 X 5 meter.
  • Untuk kedalaman kolamnya bisa kamu buat lebih dari 1 meter ya.
  • Cara membuat kolam tanah adalah dengan cara digali. Tanah galian ini digunakan membuat tanggul. Sebisanya tanggul dibuat sedikit lebih lebar agar kuat dan tidak mudah erosi, dan mampu menahan beban air di dalam kolam.
  • Buat salah satu sisi tanggul dekat dengan parit pembuangan air kolam. Saluran pembuangan ini bisa kamu buat dengan pipa paralon. Tinggi dari salurannya menyesuaikan dengan kolam yang sudah kamu buat.

Pengeringan Kolam Tanah

Setelah kolam tanah selesai kamu buat, kolam harus kamu keringkan dulu. Hal ini bertujuan untuk mematikan organisme pathogen yang bisa menyebabkan penyakit pada benih – benih ikan lele.

Proses pengeringan ini tergantung pada cuaca, bisa memakan waktu sekitar 5 sampai 10 hari. Setelah itu kamu gali 10 centimeter permukaan kolam. Tujuannya agar tanah dasar kolam menjadi gembur dan berlumpur.

Pengapuran dan Pemupukan Kolam Tanah

hal ini merupakan penting seperti ulasan https://agrarindo.com/ Saat pengapuran kamu bisa menggunakan kapur dolomit sebanyak 10 sampai 50 gram per meter persegi dan menyesuiakan dengan pH tanah.

Tujuan dari pengapuran pada kolam tanah adalah untuk menyeimbangkan pH kolam dan bermanfaat untuk mengurasi organisme pathogen di dalam tanah. Taburkan kapur secara merata ke dasar kolam, dan campur kapur dengan tanah.

Setelah 5 sampai 7 hari pengapuran, lanjut taburi kolam dengan pupuk alami, seperti kotoran sapi atau kotoran ayam. Pemberian pupuk ini untuk menyuburkan dasar kolam tanah agar tumbuh pakan alami seperti cacing tanah.

Pengisian Air Kolam

Untuk tahap akhirnya pengisian air kolam bisa dilakukan secara bertahap. Pertama kali untuk selesai pemupukan dan diamkan selama seminggu sampai warna air kolam berubah menjadi kehijauan. Tandanya plankton sudah ada di dalam kolam.