Ingin Tahu! Hukum Aqiqah Didalam Islam

Kehadiran anak dalam keluarga pastilah jadi kebahagiaan spesifik untuk tiap pasangan yang udah menikah. Dalam Islam, normalnya mereka dapat mengerjakan acara syukuran yang umum dimaksud akikah. Kunjungi website: Paket Aqiqah Jakarta

Akikah jadi sekelompok acara yang sedang dilakukan umat Islam untuk memberikan rasa sukur atas datangnya sang Kecil ke dunia. Akikah sama juga dengan ritus pemangkasan kambing jadi wujud rasa sukur.’

1. Hukum akikah dalam Islam
Acara penyambutan anak dalam agama Islam ini ternyata jadi tuntunan yang udah dijalankan oleh Rasulullah SAW sebelumnya. Akan halnya hukum akikah dibagi menjadi dua, adalah hukum penting serta sunah.

Pembagian hukum akikah ini dilandaskan dari asas serta tafsiran yang udah dijalankan oleh banyak ulama. Di mana secara penting udah diterangkan dalam hadis histori Ahmad yang keluarkan bunyi:

“Anak-anak itu tergadai (terhenti) dengan akikahnya, disembelih hewan untuk dirinya dalam hari ke-7 , dicukur kepalanya serta dinamakan.” (HR Ahmad).

Dalam hadis itu, banyak ulama menerjemahkan jika orang anak tidak bisa memberinya fungsi pada orangtuanya kalau dia belum diakikah. Tapi, masukan ini juga masih memperoleh penampikan dari banyak ulama yang sebutkan jika akikah hukumnya sunah.

Sesudah itu kalau memandang secara hukum sunah, akikah termaksud ke sunah muakkad atau sunah yang penting dikedepankan. Artinya merupakan, kalau orang tua muslim bisa menjalankan akikah untuk anaknya, karenanya direkomendasi untuk melaksanakannya waktu anak masih bayi. Tapi, untuk orang tua yang kurang bisa dalam keuangan, karenanya realisasi akikah bisa digagalkan.

2. Waktu realisasi akikah
Diterangkan dari Samurah bin Jundab, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Seluruh anak tergadaikan dengan akikahnya yang dalam hari ke-7 nya disembelihkan hewan (kambing), dinamakan serta dicukur rambutnya.”

Akan halnya dari sabda Rasulullah di atas bikin banyak ulama beranggapan jika waktu realisasi akikah direkomendasi tujuh hari sehabis kelahiran bayi mama.

Akan tetapi, kalau memanglah belum mengizinkan dijalankan pada saat yang udah direkomendasi, karenanya realisasi akikah dapat ditukar pada hari ke-14 atau hari ke-21 sehabis lahir.

Sesudah itu untuk orang tua muslim dengan keuangan yang kurang bisa, karena itu tidak hendaknya melangsungkan akikah pada waktu itu. Ada ulama yang sebutkan jika akikah dapat dijalankan setiap waktu kalau ada kebolehan.

3. Kriteria menunjuk hewan untuk akikah


Umumya realisasi akikah dijalankan melalui cara menyembelih hewan berwujud kambing. Gak cuman menunjuk kambing untuk disembelih, akan tetapi Mama harus mengamati kriteria dalam tentukan hewan untuk akikah.

Penentuan hewan untuk akikah hakikatnya sama dengan kriteria yang diputuskan saat menyeleksi hewan kurban. Di mana kambing yang bisa disembelih harus memiliki kualitas, sehat, bebas penyakit, serta tak cacat. Tambahan yang lain, kambing yang diputuskan untuk akikah baiknya berumur sedikitnya 1/2 tahun ya.

4. Pemberian daging akikah yang udah disembelih


Menurut tuntunan Islam, tata teknik pembagian daging akikah yang udah disembelih serupa dengan pendabihan hewan kurban, Ma.

Tapi yang memilah merupakan hasil daging akikah harus diserahkan ke tetangga serta keluarga berbentuk yang udah masak, jangan dikasihkan berbentuk mentah seperti daging kurban.

Masalah ini sebagai halnya tercantum dalam hadis Aisyah r.a yang keluarkan bunyi: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lelaki serta seekor kambing untuk anak wanita. Dia diolah tiada memutus tulangnya. Lantas dikonsumsi (oleh keluarganya), serta disedekahkan dalam hari ke-7 .” (HR Al-Bayhaqi)

Maknanya, Mama serta Papah yang menjalankan akikah disunahkan untuk memakai daging akikah. Lantas sepertiga daging yang lain dapat diserahkan ke tetangga, keluarga, atau fakir miskin yang perlu.

5. Bacaan doa untuk bayi yang diakikah

Paling akhir sebagai pokok utama pada proses akikah merupakan pembacaan doa untuk bayi mama yang tengah diakikah. Akan halnya doa yang dipercayai untuk dibacakan pada bayi merupakan berikut ini:

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Maknanya : “Saya perlindungkan kamu, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang sempurna, dari setiap bujukan syaitan, dan setiap penglihatan yang penuh kedengkian.”

Itu ia tata teknik serta hukum akikah dalam tuntunan Islam. Mudah-mudahan infonya berguna untuk Mama serta Papah yang bisa langsungkan acara akikah untuk sang Kecil ya.