Lantai vinyl kini menjadi pilihan material untuk penutup lantai tak sekedar keramik. Umumnya, orang mengira bahan bangunan untuk lantai hanya terbatas pada keramik, semen, marmer atau granit. Atau ada juga yang pernah mendengar tentang vinyl tapi meragukan kekuatan, estetika, dan segi kesehatannya.

Tapi, seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, sesungguhnya terkecuali belum mengenal spesifikasi lantai vinyl dan cara pemasangan dan juga pemanfaatannya, tentu saja bakal sangsi untuk mengikutsertakannya dalam desain. Apalagi, lantai juga elemen utama pembentuk sebuah area dan berpengaruh signifikan pada penciptaan suasana.

 

Mari kita lebih mengenalnya, terasa berasal dari apa sih sesungguhnya lantai vinyl itu, perbandingannya bersama keramik, hingga cara pemasangan dan tips desainnya.

 

Masih tetap pilih keramik ? langsung pesan saja disini : Jual keramik roman surabaya

 

 

Apa Itu Lantai Vinyl?

Lantai vinyl atau Laminate Vinyl Tile (LVT) sesungguhnya model pelapis lantai sintetis yang terbuat berasal dari bahan dasar plastik polyvinyl chloride (PVC). Harganya relatif lebih murah berasal dari model pelapis lantai lainnya. Teksturnya halus dan elastis supaya gampang dipasang. Motifnya pun beragam, terasa berasal dari motif kayu, motif lantai semen, hingga motif geometris klasik.

 

 

Bentuknya lembaran/papan dan gulungan. Untuk wujud lembaran/papan (plank), ukurannya tidak serupa cocok pabrik produsennya. Umumnya, lebar 15-20 mm dan panjang 900-1000 mm, bersama ketebalan 3 mm. Sedangkan untuk gulungan (roll), umumnya mampu dipesan bersama panjang minimum 15 m dan lebar 1,83 m, namun ketebalannya 1,5 mm, lebih tidak tebal berasal dari wujud lembaran.

 

 

Keunggulan Lantai Vinyl

Tampilannya natural menyerupai lantai kayu/parket, bersama pemasangan yang lebih gampang dan hampir kelihatan tanpa sambungan.

Harganya lebih terjangkau dibanding lantai parket dan keramik. Pemasangannya mudah, mampu ditumpuk di atas lantai bersama model apa pun, tidak wajib membongkar lantai lama. Dengan ketekunan dan dorongan menciptakan tempat tinggal hasil tangan sendiri, menempatkan lantai vinyl mampu menghemat biaya tukang sebab mampu dijalankan sendiri.

 

 

Perawatannya gampang sebab mampu dipel seperti lantai keramik, tapi bakal lebih aman terkecuali membersihkannya mengfungsikan penyedot debu supaya terhindar berasal dari gesekan kain dan gagang pel. Lapisan anti air di paling atas mengakibatkan model ini cukup awet, kurang lebih 10-15 tahun, apalagi mendapat dukungan karakteristiknya yang anti jamur dan anti gores.

 

Adanya susunan busa di bagian bawahnya, mengakibatkan pelapis lantai ini lebih nyaman di kaki sebab lebih empuk dan hangat. Ketahanan pada beban juga cukup handal.

Kebanyakan motifnya menyerupai lantai parket tapi bersama ketahanan dan perawatan yang lebih baik. Mampu bertahan pada paparan sinar matahari langsung, apalagi air hujan sekalipun.

 

 

 

Kelemahan Lantai Vinyl

Karena terbuat berasal dari bahan dasar PVC yang mampu melepaskan Volatile Organic Compounds (VOC), bahan vinyl tidak cukup baik bagi kesehatan, khususnya bagi yang sensitif atau hiperalergic. Bahan ini juga gampang rusak terkecuali terkena benda tajam dan wajib diganti bersama susunan baru sebab sulit untuk diperbaiki. Selain itu, gampang mengelupas misalnya cara pemasangannya tidak cocok prosedur.

 

 

Bahan vinyl tidak cukup cocok diterapkan di area beriklim panas sebab memantulkan suhu hangat. Walaupun motifnya elegan, tapi variasinya tidak sebanyak bahan keramik yang sudah umum. Selain itu, belum banyak toko bangunan yang menyediakan lantai model ini.

 

Lantai Vinyl vs Keramik

Dari segi harga, bahan vinyl lebih ekonomis. Namun, lebih banyak motif dan rentang harga yang di tawarkan bahan keramik.

Dari segi ketersediaan pasokan, biarpun belum banyak toko yang menyediakan bahan vinyl, tapi tren membeli online memudahkan pembeli untuk mendapatkannya.

Dari segi ketahanan, sesungguhnya keduanya seimbang, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Bahan vinyl cenderung tidak kuat pada gesekan, tapi lebih gampang dibongkar gunakan untuk perbaikannya.

 

Sedangkan, lantai keramik biarpun tidak gampang tergores dan lebih anti jamur, tapi terkecuali berjalan pemuaian atau tertimpa benda yang jatuh, bakal pecah dan bongkar pasangnya pun lebih sulit, sebab biarpun hanya sebuah keramik yang pecah atau memuai, tapi seringkali wajib menggantinya secara keseluruhan.

 

Dari segi kenyamanan, tergantung suasana suhu dan kelembapan lingkungan sekitar. Permukaan keramik yang keras cenderung sejuk biarpun di musim kemarau sekalipun. Namun, kadang kala terlalu dingin untuk musim hujan. Sedangkan, bahan vinyl lebih hangat, empuk dipijak dan nyaman pas musim dingin. Namun, cenderung mengakibatkan gerah di musim panas.

Bahan vinyl lebih cocok untuk indoor. Jika menghendaki mengaplikasikannya di outdoor, beri pelapis untuk melindungi berasal dari paparan sinar matahari langsung.

By toha