Lebih Hemat Mana Token Listrik atau Meteran

Listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat saat ini. bagaimana tidak, listrik merupakan salah satu sumber utama penerangan saat ini. bisa dikatakan tidak hidup tanpa listrik. Salah satu jenis listrik yang digunakan masyarakat saat ini adalah token listrik.

Ingin lebih banyak mencari informasi dunia kelistrikan? Bisa kunjungi situs wira electrical pada tautan tersebut.

Namun, ada juga warga yang menggunakan pos listrik. Tapi sungguh, mana yang lebih baik? Menggunakan listrik atau token listrik pascabayar? Berikut penjelasannya.

Tentang token listrik

Token listrik lebih dikenal dengan istilah listrik pintar atau listrik prabayar. Kalau dipakai harus bayar dulu. Bisa dibilang Anda perlu membeli token PLN untuk bisa menggunakan fasilitas listrik tersebut. Suplai listrik yang digunakan berasal dari jumlah nominal pulsa yang Anda isi. Oleh karena itu, penggunaan harus dikontrol dengan ketat agar tidak kehabisan pulsa listrik dan pemadaman listrik.

Kelebihan token listrik

Banyak yang bilang, menggunakan token listrik atau listrik prabayar lebih hemat dan hemat. Pasalnya, penggunaan token listrik memungkinkan konsumen mengontrol konsumsi listriknya. Bisa dikatakan listrik prabayar membuat Anda lebih hemat listrik. Tidak hanya itu, Anda juga tidak perlu membayar denda jika terlambat. Selain itu, tidak ada biaya admin tambahan.

Alasannya pakai listrik, jadi tidak ada sistem denda atau biaya admin. Penggunaan token listrik sangat bermanfaat untuk anda terutama bagi anda yang kurang percaya dengan registrasi listrik. Saat mengisinya juga mudah dilakukan. banyak loket untuk dijual.

Kekurangan token listrik

Jika tiba-tiba kuota daya habis, sistem akan mengeluarkan suara yang keras. Karena sistem token listrik sama dengan kredit beli, maka Anda harus mengecek dan menagih sendiri. Ini masalah umum. Beberapa orang mengeluh bahwa input token tidak akan dikenakan biaya. Faktanya, jumlah meter atau token sudah benar.

Tentang listrik pascabayar

Listrik pascabayar adalah listrik lama. Sedangkan pengguna didorong untuk membayar tagihan listrik bulanan mereka. Artinya, pengguna bisa menikmati fasilitas listrik terlebih dahulu, baru setiap bulan akan muncul tagihan. Tagihan listrik dihitung berdasarkan penggunaan KWH listrik dalam meteran.

Kelebihan listrik pascabayar

Kelebihan listrik pascabayar Anda sendiri adalah Anda bisa menikmati fasilitas listrik terlebih dahulu. Sedangkan pembayaran bisa dilakukan bulan lalu. Selain itu, listrik pascabayar lebih aman. Oleh karena itu, petugas PLN akan melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan. Bisa dikatakan semua pengecekan dan kontrol kelistrikan dilakukan oleh PLN sendiri.

Selain itu, saat menggunakannya Anda akan lebih tenang. Berbeda dengan token listrik yang mati setiap saat karena pulsa habis. Listrik pascabayar tidak akan padam, kecuali terjadi pemadaman listrik dan Anda harus menunggak hingga 3 bulan.

Kekurangan listrik pascabayar

Namun listrik pascabayar juga memiliki kekurangan. Salah satunya, jika Anda menunggak selama 3 bulan atau lebih, PLN berhak memutus aliran listrik ke rumah Anda. tidak hanya itu, jika terjadi keterlambatan maka akan ada denda untuk tagihan anda. jika sudah dibayarkan biasanya akan dibebankan kepada admin. Selain itu, biaya admin juga dikenakan, meskipun listrik tidak pernah digunakan atau peralatan elektronik tidak digunakan.

Selain itu, Anda juga tidak memiliki kebebasan untuk memeriksa dan mengontrol. Berbeda dengan listrik prabayar yang hanya bisa dikontrol dengan melihat sisa KWH yang digunakan. Hal ini menjadikan penggunaan listrik pascabayar akan membuat Anda boros.

Tak hanya itu, penggunaan listrik pascabayar akan membuat kondisi keuangan Anda sulit stabil. Pasalnya, setiap bulan tagihan listrik pasti berbeda. apalagi jika sewaktu-waktu ada peningkatan listrik. Jadi, Anda perlu membandingkan pemakaian listrik bulanan Anda. Perbedaan antara token listrik dan listrik pascabayar. Tentu Anda bisa menebak, mana yang menurut Anda lebih unggul.